Mahatma Putra — documentary

Blog ·

Saya, Saya, Saya

Instagram

Sudah satu bulan setengah kami tim Anatman Pictures bekerja dari rumah. Seringkali hinggap dalam pikiran saya keinginan untuk membuat sesuatu. Saya harus melakukan sesuatu untuk sesama. Saya harus berkontribusi. Saya harus donasi. Saya harus bermanfaat. Saya. Saya. Saya.

Lalu saya sadar, bahwa dalam keinginan melakukan suatu bentuk manfaat dan kebaikan, ternyata “si saya” yang bicara itu, dengan dalih-dalih kebaikan itu, ya saya yang penuh ego juga.

Memang niat saya murni ingin membuat karya yang edukatif dan bermanfaat, tapi di saat yang sama tidak bisa dipungkiri saya ingin melihat jumlah view yang banyak, jumlah comments yang banyak, ingin melihat nama saya di credit title.

Jika saya sendiri masih bimbang dan bergulat dengan pertanyaan “mau bikin apa ya?”, kelihatan juga bahwa niat dan pesan yang mau saya sampaikan juga tidak jelas.

Sampai dua minggu lebih saya hanya mengamati pikiran saya. Mengamati keinginan saya. Betulkah niat saya tulus? Betulkah tidak ada motif-motif palsu di dalamnya?

Setiap ada pikiran, perasaan & keinginan yang muncul, cukup diamati saja. Ditandai saja:

Oh, ada keinginan berkarya.
Oh, ada keinginan tenar.
Oh, ada keinginan yang tulus.
Oh, ada motif yang bercampur aduk.

Setiap diamati/disadari/ditandai, bentuk pikiran/perasaan/keinginan itu lalu hilang dengan sendirinya. Saya terus amati semuanya itu muncul dan berlalu. Datang dan pergi. Hingga akhirnya saya berkesimpulan lebih baik support dan share content2 yang sangat bagus dari Edward Suhadi misalnya, dan fokus work from home saja.

Hingga akhirnya suatu saat, di saat saya tidak punya keinginan dan pikiran tentang itu lagi, saat saya sedang masak -saya selalu penuh konsentrasi saat masak, masak buat saya meditatif sekali- lalu mengalir jelas semua pesan, ide, kata-kata, kalimat-kalimat.

Setelahnya, dalam kejernihan pikiran, menulis kerangka satu season mini series 6 episode ini selesai hanya dalam waktu kira-kira setengah jam.

Isolasi, karantina, jarak, bahkan bahasa, memang bukan halangan untuk berbagi pesan cinta kasih.

For my fellow english speaking friends and family, you can watch it on Youtube with English CC. Link on bio!

Pertama kali terbit 25 April 2020 di Instagram @kebunmeditasi.