
#CononaPositivity selanjutnya. Akhir pekan kemarin memanfaatkan crayon bekas, saya dan Samudra mencoba mewarnai konblok kebun belakang, Tibetan Mandala style! Saya sadar betul bahwa crayon akan luntur saat terkena air, sama seperti lukisan pasir Mandala biksu2 Tibet yang penuh dengan detail, yang setelah selesai akan dileburkan kembali. Mencoba mengalami ketidakkekalan, #anicca.
Secara intelektual, semua orang pasti tahu bahwa segala sesuatu, semua fenomena itu tidak kekal. Sinonim mudahnya, fana. Tapi sangat sulit melihat ketidakkekalan dalam kehidupan sehari-hari. Seakan semua yang saya lakukan itu kekal. Saat berkaca dan melihat cermin, tidak sadar wajah yang muda ini akan tua. Saat bekerja, kemudian mencari uang, prestasi, awards sebanyak-banyaknya seakan hidup ini untuk selamanya. Saat sedang sakit fisik atau sakit hati, seakan penderitaan ini tak akan pernah berakhir.
Dengan kesadaran bahwa segalanya tidak kekal, sadar dengan crayon yang akan luntur oleh air hujan, saya mewarnai dengan penuh konsentrasi, penuh kesadaran. Sadar dengan kemelekatan pada keindahan warna konblok kebun yang saya tahu hanya akan bertahan beberapa jam saja, apalagi sekarang musim hujan. Sadar dengan rasa sedih yang datang saat melihat air hujan membasuh karya yang saya kerjakan selama hampir tiga jam. Sadar dengan hidup yang tidak kekal. Sadar dalam pengalaman Ketidakkekalan.
