
#tbt Solo riding pakai motor bebek bulan Desember kemarin. Salah satu perjalanan mini solo riding paling indah dan berkedalaman.
Dari hotel di Banyuwangi kota, ke pos pendakian Kawah Ijen ternyata hanya riding 1.5-2 jam saja. Kebetulan cuma pakai kaos hari itu, jadi dinginnya menusuk banget. Dari Paltuding, pos pendakian Kawah Ijen, langsung meluncur ke Pantai Boom. Dari dingin menusuk, kabut dan gerimis, cuma 1,5 jam sampai sudah di pantai yg panas terik. Bisa melihat dan menikmati Bali dari kejauhan. Sudah cukup kering dari matahari pantai, lanjut riding 1 jam lagi ke Air Terjun Jagir. Lagi disambut gerimis, kabut & dingin yg menusuk karena letaknya di daerah perbukitan juga.
Semua perjalanan ke 3 tempat itu hanya dalam waktu satu hari, dan naik motor bebek matic. Saya kaget juga dengan indahnya Banyuwangi, masih banyak lagi wisata alam di Banyuwangi yang bagus-bagus banget, tapi karena hanya 2 hari satu malam di Banyuwangi, jadi tidak sempat kemana-mana lagi.
Memang bahagia itu sederhana. Perjalanan menyendiri seperti ini kadang tidak perlu biaya, tidak perlu motor fancy ber CC besar, tidak perlu hotel dan makanan enak, nikmati saja berpasrah kepada alam semesta raya.
Bahkan setelah saya berkeliling dunia, mencari arti, mengunjungi banyak tempat dan negara, mencari diri, mencari kedalaman, akhirnya sampai juga pada konklusi bahwa perjalanan terjauh dan terdalam itu ternyata adalah perjalanan ke dalam diri.
Bulan lalu saya diam, benar-benar diam selama 10 hari, di Sentul, bukan di Tibet atau di India atau di Santiago atau di Mekah. Semua yang diri ini cari rupanya sudah ada di depan mata sejak semula. Di saat ini & di sini. Here & Now. Indahnya saat bisa melihat tembok sebagai tembok, gunung sebagai gunung, rumput sebagai rumput, handphone sebagai handphone 🙂



