Mahatma Putra — documentary

Blog ·

Untuk Naga (supaya tetap di atas sana) -2008

Notes

Ilutrasi: http://www.temptatts4u.com

Macan legam, berhati segenggam, melihat Naga dan terpesona,

Naga merah, melihat Macan, terperangah, kemudian tersenyum bergairah.

Ingin saling menaklukkan, dan menjadi Tuan.

Tetapi seperti lukisan di tembok Vihara,
Mereka tidak saling gigit dan terluka.

Hanya berdamping dan saling mengejar,
saling gemas untuk saling mencakar.

Karena Macan di hutan, dan Naga di langit,
Macan bukan letnan, dan Naga bukan bandit.
Naga bukan mahasiswi kedokteran, dan Macan bukan penyakit

Mereka perawan, bukan preman.
Tidak mau tunduk, tapi berharap ditakluk

Karena Naga terbang, diatas jernih awan dan cahaya terang,
Dan Macan berlarian, dalam kemurnian dan keliaran hutan.

Sehingga mereka menjadi suci, tanpa kehilangan birahi.

Saling ditakluki, tanpa saling menguasai

Sebuah puisi untuk Dira, oleh Mahatma Putra.
Pasar Minggu, 2 Februari 2008

Pertama kali terbit 16 Januari 2009 di mahatmaputra.wordpress.com.