
Semua tanaman tomat ini kami semai dari biji. Biji-biji tomat ini kami semai pada bulan Agustus 2020, persis sewaktu kami pindah ke rumah kontrakan baru ini.
Aku sendiri saat itu tidak yakin apakah betul bisa tumbuh biji-biji tersebut.
Saat muncul tunas kecil, kami sangat senang melihatnya. Samudra, anakku, bahkan membacakan buku cerita kepada tunas dan biji yang baru tumbuh tersebut. Mencurahkan perasaan dan menyambut kehadiran kehidupan baru. Seperti layaknya makhluk hidup lain, tanaman juga punya perasaan (mungkin terdengar seperti pseudoscience ya), namun secara ilmiah tanaman memang bereaksi terhadap berbagai gelombang elektromagnetik, suara, cahaya, panas, dingin.
Ah masa sih tanaman bisa merasakan getaran amarah, hangatnya cinta dari mereka yang merawat, atau indahnya nyanyian merdu dan cerita dongeng dari anak kecil? Apa benar mereka balik menghibur kita saat sedang jenuh dan stress? Hanya dengan warna hijau dan kehadirannya, mereka sudah mampu membuat hati damai lagi. Coba saja sendiri 😁
Belum lagi kalau mau bicara masalah seks. Bunga adalah organ seksual tanaman. Coba lihat saja beberapa foto dari bunga tanaman tomat ini. Terlihat sangat seksual, seksi dan menarik hati. Tidak heran saat manusia memakai bunga untuk ritus dan tujuan seksual mereka.
Dari biji hingga berbunga, hingga tumbuh tinggi di halaman dari musim semi ke musim panas, kemudian pindah ke rumah kaca (plastik) di musim gugur (sampai nanti di musim dingin kalau mereka masih hidup), sekarang tanaman tomat ini sudah jauh lebih tinggi dariku. Terima kasih sudah mengajarkan kami proses hidup.







