Mahatma Putra — documentary

Blog ·

Semua Makhluk Berubah

Instagram

Semua makhluk mengalami penghayatan hidup yang berbeda-beda. Penderitaan dan kedamaian bukan ekslusif pengalaman manusia saja. Dari burung camar, bunga brokoli, sampai setetes air di laut, butir pasir di pantai, semua tidak lepas dari perubahan.

Perubahan sering membawa kesedihan. Dulu aku punya kaki, sekarang tidak punya. Dulu aku muda, sekarang tua. Tapi perubahan juga yg membawa daya hidup. Dulu aku sakit, sekarang sembuh.

Segalanya berubah, lalu membawa perasaan sedih & senang. Kalau diamati lebih jauh, ternyata perasaan itu lahir dari sensasi atas kontak diri dengan dunia di luar diri. Sensasi sebagai gerbang komunikasi antara semesta dalam diri dengan semesta luar diri.

Segala sensasi tubuh dan pikiran, mulai dari rasa sakit, perih, terbakar, tegang, lega, tenang, rileks, marah, bahagia, damai, bisa terjadi tiap saat. Sakit pikiran bikin sakit fisik. Sakit fisik bikin sakit pikiran. Tubuh dan pikiran tidak beda. Dunia luar dan dalam juga sama.

Persepsi pikiran yang membuat nilai bahwa “aku” senang, “aku” marah, “aku” kecewa, “aku” takut. Kalau si aku hilang, yang ada hanya sungai emosi yang mengalir. Sungai emosi yang isinya perahu si marah, si gembira, si frustasi, si damai, si cerah, si kelam, si jahat, si suci, si nafsu, si syukur, si takut, si berani. Si “aku” sekarang bisa santai nonton perahu-perahu hilir mudik di pinggir sungai 😊

Pertama kali terbit 7 Juli 2021 di Instagram @kebunmeditasi.