Mahatma Putra — documentary

Blog ·

Pekarangan Mungil Kebun Meditasi

Instagram

Inilah pekarangan mungil Kebun Meditasi. Balkon teras belakang penuh dengan pot-pot plastik yang kebanyakan bekas, gratis, hasil upcycle, juga ada beberapa yang baru & murah), karena kami ngontrak, sehingga tidak bisa tanam ke tanah. Pakai pot dan kontainer plastik lebih enteng juga saat kami pindah rumah nanti.

Di sudut kanan ada rumah kaca (plastik) gratis bekas kakak ipar. Aku gunakan sebagai tempat menyemai benih sebelum dipindah ke luar. Lumayang hangat dan aku kasih lampu LED juga supaya terang, karena di sudut sini sinar matahari sulit masuk.

Di pojok teras kiri dan kebun belakang pekat tertutup bayangan, sulit sekali ada sayur mayur bisa tumbuh di situ. Masih harus dipikirkan lagi mau dimanfaatkan sebagai apa. Anakku mau bikin cubby house dari eco-brick botol plastik di situ. Hmm mungkin bisa.

Di pojok belakang kanan, aku manfaatkan sebagai tempat kompos daun. Di tengah kebuh belakang juga aku jadikan tempat api unggun sekaligus tempat kompos daun. Karena memang bagian sini sangat gelap tertutup bayangan pagar & pohon tetangga.

Di lorong pintu belakang ke garasi, akhirnya ada sedikit ruang yang lumayan dapat sinar matahari full sun (bisa hampir 6 jam sehari). Di sini aku taruh rumah kaca kecil, yg isinya tanaman tomat, paterseli, cabe, jahe, kunyit, tanaman-tanaman tropis yang butuh sinar matahari lebih dan cuaca yang cukup panas dan lembab (kita bikin lewat rumah kaca plastik itu). Di atas tabung air aku taruh dwarf lemon tree, pohon lemon cebol. Lumayan di atas tabung air dia bisa dapat sinar matahari sampai 6 jam lebih bahkan di musim dingin seperti serkarang.

#berkebun #gardening #australia #kebun #kebunmeditasi #observe #interact #permaculture

Pertama kali terbit 2 Juni 2021 di Instagram @kebunmeditasi.