
Berbagi dengan "hama". Singkatnya tidak ada yg namanya hama. Kita bilang mereka "hama", karena itu bentuk kehidupan yang kita tidak inginkan yang hadir di kebun kita. Padahal dengan berkebun dan menebar benih kehidupan, kita mengundang kehidupan-kehidupan lain juga untuk hadir (dan hidup bertsama kita). Kebun bukan punya kita manusia saja. Kebun tumbuh subur dan akhirnya mati juga bukan hanya karena si manusia tukang kebun perawat kebun tersebut.
Ibarat bumi, kebun juga punya jiwa kehidupannya sendiri (dalam bahasa ilmiah namanya biodiversitas). Dalam melihat keberagaman kehidupan yang timbul dan tenggelam di kebun, akan banyak perasaan (senang dan susah) yang mengintai.
Gagal dan sedih karena gagal dalam menanam, benih tidak tumbuh, benih terlalu jangkung & lemes, tanaman tidak berbunga, tidak berbuah, benih habis dimakan siput, daun bolong-bolong digigit serangga, sampai diacak-acak burung dan possum liar (lihat foto brokoli ini habis dimakan!) adalah pengalaman yang wajar. Berkebun seperti kehidupan, banyak pengalaman yang diluar kuasa diri. Banyak "hama" pikiran. Amati saja yang terjadi, tidak perlu impulsif dengan "hama" perasaan yang muncul, kemudian balik berkebun lagi. Belajar dan berkebun terus sampai mati 😁




